Posts

Sepatu Hak Tinggi 2

Baca dulu bagian pertamanya Sepatu Hak Tinggi Tiba di kampus, orang-orang terpukau melihat keanggunan Viona. Hampir semua mata tertuju padanya. Termasuk Boy, cowo paling tampan di kampus Noval. Tak hanya itu, Boy juga terkenal sering gonta-ganti pasangan.  "Wah cantik .. Siapa nih Val, kenalin dong." Boy menatap Vio dengan tatapan genitnya. Vio ketakutan dan bersembunyi dibelakang abangnya. Noval menjawab dengan nada sewot. "Apa sih, lo urusin aja tuh cewe-cewe lo yang jumlahnya tak terhingga. Misi gue mau lewat." Ketika mereka berjalan melewati Boy, tiba-tiba tangan Boy menyentuh tubuh Vio.  "Plak ... " Vio menampar Boy yang kurang ajar. "Wes cantik-cantik tapi, sangar." Boy berusaha mencolek pipi Viona. Tapi, tidak berhasil. Tangan Boy ditepis oleh Noval.  "Jangan ganggu dia. Dia ade gue, kalau lo berani nyentuh dia lagi gue ngga segan-segan hajar lo." Ancam Noval. Boy pun mundur, dia takut karena Noval adalah pera...

Sepatu Hak Tinggi

"Aku ya Aku, kamu ya kamu. Jadi, jangan paksa aku untuk jadi orang lain." Teriaknya dengan lantang. "Tapi, ini demi kebaikanmu juga kan Vi? apa susahnya sih, aku cuma minta kamu pake rok dan highheels!!"  "Tapi aku ngga bisa, emang ke pesta ngga boleh pake celana jins sama atasan kaos ya Bang?." Tanyanya beharap abangnya itu akan mengizinkannya memakai celana blue jins favoritnya. "Adeku yang bawel, ini acara formal. Kalau lo pake celana blue jins belel lo itu, nanti apa kata temen-temen gue. Guenya keren adenya malah huh ... " "Ya udah sih Bang mendingan gue ngga usah ikut lo aja." "Yakin lo? Nyesel lho kalau ngga ikut gue. Lo tau Last Child bakal tampil di acara itu." "Hah?serius Bang?Tapi, masa iya gue harus pake yang feminim abis sih." Keluhnya. "Terserah deh ah, kalau lo mau ikut lo harus pake ROK." Ancamnya dengan tegas.

Untuk Ibu

Usianya memang sudah senja, tapi semangatnya masih membara. Wanita itu rela meminjamkan rahimnya untuk aku singgahi. Wanita itu rela aku repotkan dan bahkan dia tidak pernah memintaku untuk membayar jasa-jasanya. Wanita itu rela banting tulang agar aku bisa sekolah. Wanita itu selalu menyelipkan namaku dalam setiap do'anya. Ketegaran dan kesabarannya membuat aku tersadar betapa besar perjuangannya. Terkadang aku merasa diperlakukan seperti anak kecil jika dia selalu menghubungiku saat aku berada di luar rumah. Tapi, kini aku sadar bahwa itu merupakan rasa kekhawatiran dan rasa sayangnya terhdapaku. Aku senang selalu mendapat perhatian darinya. Belum tentu wanita lain bisa seperhatian wanita itu. Wanita itu adalah ibuku ... Aku bersyukur Tuhan telah menitipkanku pada orang yang tepat. Orang yang mampu mendidikku dengan agama. Orang yang selalu mengajariku arti sebuah kehidupan. Orang yang mampu membimbingku menuju keridoanMu. Tuhan berilah aku kesempatan untuk membahagikannya. Tuh...

Celotehan Three Beranak

Pengumuman ... pengumuman ... sekarang celotehan three punya blog baru. Kalau blog ini adalah mahluk hidup, maka bisa dikatakan beranak. Nama blog barunya adalah My Notes . Kenapa My Notes ? karena isinya catatan kuliah eh lebih tepatnya sih tugas kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar. Jadi, berhubung salah satu dosen saya ini adalah dosen yang melek teknologi dan supaya irit biaya katanya. Beliau menugaskan supaya tugas-tugasnya di posting lewat blog. Kita ngga usah repot-repot ngeluarin kertas sama tinta deh. Kreatif kan ... Buat yang mau nengokin blog teranyar saya mangga diliat, difollow juga, di komennt juga heehee ... Sekian pengumuman dari saya. Happy Blogging :)

Bunga Terakhir Part 2

Lanjutan dari Bunga Terakhir .... Dua tahun berlalu, kebersamaan mereka semakin dekat. Suatu ketika Reza tidak menjemputnya, dia hanya mengirim sebuah pesan singkat bahwa dia ada kepentingan. Naya pun memutuskan untuk pulang menggunakan taksi. Setiba di halaman rumahnya, Naya melihat mobil reza terparkir. Naya pun membuka pintu rumahnya. Naya kaget karena ternyata Reza datang bersama kedua orang tuanya. Mereka bermaksud untuk melamar Naya. Naya sama sekali tidak mengira bahwa sahabatnya itu berniat meminangnya. Reza tak pernah mengatakan apa pun sebelumnya.

Bunga Terakhir

Jam menunjukan angka 06.30. Gordennya masih tertutup rapat. Begitu juga dengan lampu kamarnya yang gelap. Padahal jam weker disebelahnya sudah sejam yang lalu berbunyi. Dia terlalu asyik di dunia mimpi. “Reza … ini sudah siang, kau tidak ke kampus?“ terdengar teriakan suara dari balik pintu kamarnya. Reza terperanjat kaget. Dia mengucek-ngucek mata dan menengok jam disebelahnya yang sudah menunjukan 06.45. Dia pun bergegas mengambil handuk dan masuk kamar mandi. Dia mengambil tas punggungnya dan buru-buru menuruni tangga. Mencium tangan ibunya. Menaiki motor besarnya dan langsung tancap gas. “Hati-hati.” Ujar seorang wanita paruh baya di depan pintu yang tak lain adalah ibunya. Dia hanya menganggukan kepala dibalik helm berwarana hitam. Gawat bisa terlambat kalau tidak buru-buru, ujarnya dalam hati. *** Sesampainya di parkiran kampus yang megah. Dia segera menaiki anak tangga menuju kelasnya. Ketika sampai di depan pintu, perkuliahan sedang dimulai. Dia meminta izin masuk kepad...

Kemampuan Berbahasa

Manusia memiliki empat kemampuan berbahasa, yaitu kemampuan menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Bagaimana keempat kemampuan tersebut berlangsung? Pertama, kemampuan menyimak. Kita ambil contoh seorang balita yang sedang belajar berbicara. Sebelum balita tersebut mengucapkan sebuah kata, balita tersebut diberi kemampuan untuk menyimak. Ibunya mengajarkan kata "Mama." Kemudian balita tersebut menyimak kata-kata yang diajarkan oleh ibunya. Setelah menyimak, ia pun bisa mengucapkan kata "Mama", Disinilah proses kemampuan kedua yaitu, berbicara berlangsumg.