Tuesday, December 13, 2011

Liburan Membawa Petaka

Kawan-kawan saya lagi butuh saran dari kalian semua. Saya lagi buat cerpen, tapi saya rasa konfliknya masih kurang menarik. Kira-kira konflik seperti apa ya agar isinya semakin menarik. Cerpen ini pernah di koreksi sama mba inge ^_^. Yuk dibaca dan dikritik. 

Hari ini, pagi bersinar sangat cerah, cuaca yang sangat mendukung di hari libur. Hani berencana akan pergi berlibur ke Puncak bersama teman-temanya. Namun entah mengapa Ibunya sama sekali tidak mengizinkan ia pergi. Sudah dari semalam coba dibujuknya tapi tetap saja sampai pagi ini izin itu belum didapatkannya.
Hani menghampiri Ibunya yang sedang menyiram bunga di halaman depan.
“Ayolah bu, izinkan aku untuk pergi bersama teman-temanku ke Puncak hari ini”, ujarnya.
“Ibu kan sudah bilang dari semalam, sekali tidak tetap tidak”, jawab sang Ibu yang sedang asyik menyiram.
Dengan nada kesal Hani bertanya kepada ibunya, “Kenapa nggak boleh sih bu?!”
“Perasaan ibu tidak enak Nak, takut terjadi apa-apa di jalan. Apalagi sekarang itu musim hujan, liburan di rumah saja ya.”
“Itu kan hanya perasaan Ibu saja, aku ini sudah besar, ibu tak usah khawatir, aku akan baik-baik saja”, ujar Hani yang tetap mempertahankan keinginan untuk pergi.
 “Ibu tahu nak, kamu sudah besar, tapi ibu melarangmu karena menyayangimu. Ibu ngga mau sesuatu terjadi padamu nanti. Ingatlah, batin seorang ibu itu kuat”.
Namun, Hani tetap memaksa supaya diizinkan pergi, tapi ibumenghiraukan bujukannya. Lama kelamaan Hani pun merasa kesal karena dihiraukan oleh ibunya. Hani pun masuk ke kamarnya dengan mimik muka kesal. Dia langsung membantingkan tubuhnya ke kasur. “Bawa pergi cintaku, ajak kemana engkau mau…..”, alunan suara merdu afgan yang menjadi nada dering handphone nya terdengar. Rara Calling, itu yang tertera di layar hand phonenya. Hani pun mengangkat handphone yang sedang digenggamnya.
“Jadi pergi kan?”, terdengar suara yang tak asing lagi ditelinganya, Rara
“Ngga Ra, Ibu tidak mengizinkanku pergi”,
“Yah payah, nyesel lho kalau ngga ikut, udah kamu pergi diem-diem aja”, hasut Rara.
“Kabur maksudmu? Kalau Ibu tahu gimana?”, Hani merasa ragu untuk melakukan usulan dari Rara.
“Takut banget sih, udah nyantai aja, ngga bakal ketauan. Nanti aku tunggu di depan taman dekat rumahmu okeh”,
Tuut…tuutt…, baru saja Hani akan bicara, Rara sudah memutuskan sambungan.
Hani bingung sekaligus takut. Dia ingin ikut, tapi disisi lain Ibunya tidak mengizinkannya. Haruskah aku membantah Ibu?, pikirnya dalam hati.
Setelah beberapa saat terdiam dan berpikir,  akhirnya Hani memutuskan untuk pergi tanpa sepengetahuan Ibunya. Hani memasukan barang-barangnya kedalam tas, kemudian mengintip dibalik jendela kamarnya, “Sepertinya ibu sudah selesai menyiram bunga”. Ibunya sudak tak terlihat di halaman rumah, Hani pun keluar lewat jendela kamar dan membuka gerbang pintu secara perlahan.
Hani pun segera menuju taman yang tak jauh dari rumah. Disana tampak Rara yang sedang duduk diatas motor. “Udah dari tadi ya Ra?“, tanya Hani. “Lumayanlah, udah yuk naek kita berangkat, anak-anak udah pada nungguin”, ucap Rara sambil memberikan helm kepada Hani.
Akhirnya Hani pun berangkat bersama rombongan teman-temannya.
***
“Hani…Han…, ayo sarapan dulu”, teriak  Ibu Hani dari dapur, ia baru saja selesai menyiapkan sarapan, sepiring nasi goreng dan segelas susu tertata rapi dimeja makan. Tapi, tak ada sautan dari kamar Hani, ia berjalan menuju kamar anak semata wayangnya itu. “Han, ayo makan dulu, ibu sudah menyiapkan nasi goreng kesukaanmu”. Tetap tak ada jawaban, akhirnya ia mencoba membuka pintu kamar Hani, yang kebetulan tidak terkunci. Ia kaget, karena Hani tidak ada dikamar.
Ibu  Hani sangat cemas, ia mencoba menghubungi, tapi handphone Hani tidak aktif. Ia semakin cemas dan was-was, ia yakin Hani nekad pergi. Ia takut terjadi sesuatu terhadap anaknya. Hanya Hani yang iya punya saat ini, suaminya sudah tiada. “Kemana kamu nak, Ibu khawatir sekali”, keluh sang ibu. Tiba-tiba terdengar suara…
 “Kring..kring..kring..”, telepon rumahnya berbunyi. Ibu langsung mengangkat teleponnya.
“Hallo, assalamualaikum”, ucap sang ibu dengan nada lirih.
“Waalaikumsalam, tante ini Rara temannya Hani”, ujar penelepon itu.
“Iya Ra, ada apa? apa yang terjadi dengan Hani? Kenapa tiba-tiba kamu telepon tante”, katanya dengan rasa was-was dan takut.
“Tante, Hani mengalami kecelakaan, motor yang dikendarainya tabrakan dengan sebuah truk. Sekarang Hani berada di Rumah Sakit Dr. Slamet”.
Sang ibu terkejut mendengar berita tersebut, dan beliau menangis. “Baiklah Ra, tante akan segera kesana sekarang juga”, sang ibu langsung menutup teleponnya.
Sang ibu bergegas pergi ke Rumah Sakit, untuk melihat kondisi anaknya.
***
Setibanya di rumah sakit, sang ibu melihat anaknya yang sedang tertidur dan kepalanya dibalut perban. “Apa yang terjadi padamu Nak?kenapa bisa sampai begini?coba kalau kamu dengar kata-kata ibu, kamu tidak akan seperti ini”, sang ibu mencium kening anaknya.
Hani pun tersadar, dengan penuh rasa sesal Hani berkata, “Ibu, maafkan aku yah bu. Aku menyesal tidak menuruti kata-katamu”.
“Ya sudahlah Nak, jadikan ini pelajaran untukmu. Janganlah kau ulangi lagi, Ibu melarangmu bukan berarti mengekangmu tapi karena ibu menyayangimu”.

3 comments:

  1. masih kasih saran sama cara penulisannya.

    menurut ilmu-ilmu tata bahasa yang pernah saya baca. menulis kutipan atau percakapan dalam karya fiksi.

    "hai aku disini," katannya sambil tersenyum.

    bukan

    "hai aku disini", katanya sambil tersenyum.

    koma dahulu, baru petik. bukan petik baru koma :D semangaaaaaaaaaaat kakak

    ReplyDelete
  2. ceritanya sih oke, tapi...banyak kalimat yg mesti diperbaiki. spt sautan seharusnya sahutan. lalu tanda baca juga mesti dicek ulang.

    tambahkan sedikit adegan ketika hani kabur dari rumah. biar rada panjang. kalo bisa tambahkan juga adegan saat dia naik motor lalu kecelakaan. coba buat lebih panjang sedikit.

    ReplyDelete
  3. mungkin lebih ditonjolin ke:
    1. perasaan khawatirnya si Ibu.
    2. adegan tabrakannya ditampilin

    :D
    untuk lombakah?

    ReplyDelete

Makasih sudah baca postingan saya,
Jangan lupa tinggalkan komentarnya yah :)