Friday, December 16, 2011

Tragedi di hari Jum'at

Hari seperti biasa saya berangkat ke kampus pagi-pagi, tepatnya jam 06.30. Jam 07.20 saya tiba di kampus. Kampus saya masih sangat sepi, saya hanya melihat dua orang teman saya yang sedang duduk. Saya pun menyapa mereka, "Pada kemana?."
"Ngga tau, belom pada datang."
"Wah, padahal sudah siang. Masuk jam setengah delapan kan ya?." Ujar saya sambil melirik jam tangan yang menunjukan 07.20
Beberapa lama kemudian, teman yang lainnya datang. Kami tidak langsung masuk kelas, kami lebih memilih duduk di depan ruang HIMA. Karena sudah jam delapan tepat, kami pun memutuskan untuk masuk ke kelas. Tapi, saat itu dosen belum datang padahal dijadwal tertulis masuk jam setengah delapan. Teman-teman saya termasuk saya sudah kesal menunggu daritadi. 


Jam sudah menunjukan jam setengah sembilan, namun dosen mata kuliah kajian prosa fiksi tak kunjung datang. Hingga akhirnya ketua kelas saya mencoba untuk menghubungi dosen yang bersangkutan. Tapi, sama sekali tak ada jawaban. Akhirnya kami semua memutuskan untuk pulang. Saat itu saya merasa sangat malas untuk keluar kelas. 
"Nanti sebentar lagi ya pulangnya, masih pagi baru jam setengah sembilan.", ujar saya kepada salah seorang teman.

Beberapa saat kemudian saya dan teman saya pun keluar kelas untuk pulang. Saat itu saya dan teman saya berniat untuk mengunjugi pesta buku yang diadakan di salah satu gedung. Tiba-tiba saat kami sudah berada di sebuah angkot, saya mendapat sms dari teman saya, "Ada Bapak, ngga jadi libur. Serius!!."
Saya dan teman saya kaget sekaligus bingung karena anak-anak yang lain pun pasti sudah pada pulang. Setelah kami berdiskusi di angkot, kami memutuskan untuk kembali ke kampus.

Bayangkan kami baru saja naik angkot, harus turun lagi dan balik lagi ke kampus. Ngga cuma saya tapi, teman-teman saya yang lain pun kembali ke kampus. Baru kali ini saya mengalami kejadian gagal libur gara-gara salah info.

Entah salah ketua kelas, entah salah dosen. Ternyata dosen saya memang datang jam 9 lebih, dengan alasan masuk jam setengah delapan itu terlalu pagi untuknya. Tapi, beliau sama sekali tidak memberikan informasi sebelumnya kepada mahasiswa. Saat ketua kelas mencoba menghubungi dosen yang bersangkutan menjawab sms nya setelah mahasiswanya sudah membubarkan diri. Kemudian yang saya tahu peraturannya itu adalah "Jika dalam waktu 30 menit dosen belum datang, maka mahasiswa diperkenankan untuk membubarkan diri." Jadi, yang salah siapa?

Okeh, satu lagi kejadian sore ini, barusan  ada nomor telepon tak dikenal yang menelepon saya. Kalau dari suaranya sih pasti jenis kelaminnya laki-laki. Saya mendengar suara isakan tangis dan "Halo mba aku di kantor polisi mba, hiks .. hiks ..." Saya langsung menutup telepon karena takut. Saya ini orang sunda, jadi ngga ada yang manggil saya dengan sebutan "mba". Ini modus penipuan apalagi? saya jadi inget modus penipuan minta dikirim pulsa melalui sms. Tak jauh beda kata-katanya sama mengandung unsur kantor polisi.

Ada lagi tragedi di kota saya, kota saya sedang di guncang aksi anarkis. Mungkin yang kemarin melihat berita di TV, kota dodol  masuk  berita dengan aksi demo anarkis depan kantor bupati. Kantor bupati tak jauh dari kampus saya. Untungnya kemarin saya libur ngampus. Jadi, saya tidak melihat aksi kekejaman massa melempar gas air mata, yeah *alhamdulillah* :D

4 comments:

  1. Kan itu ada yg manggil "mba" yg nelepon.hehe

    ReplyDelete
  2. Waduhhhhh.....
    Ruet hidup ini, mungkin kata-kata ini terlontar begitu saja oleh setiap orang.
    Tapi, kalau kita mau berfikir pasti di bali semua itu ada hikmah yang belum terungkap.
    Nah tugas orang yang berakal adalah mengungkap semua itu. Agar kita menjadi hamba-hambaNya yang pandai bersyukur. Bukan hamba yang Kufur

    ReplyDelete
  3. jam 2 malam????

    ehmm... harusnya dosennya disuruh push up aja wkwkw wk wkwk wk...

    ReplyDelete

Makasih sudah baca postingan saya,
Jangan lupa tinggalkan komentarnya yah :)