Thursday, February 23, 2012

Bunga Terakhir Part 2

Lanjutan dari Bunga Terakhir ....

Dua tahun berlalu, kebersamaan mereka semakin dekat. Suatu ketika Reza tidak menjemputnya, dia hanya mengirim sebuah pesan singkat bahwa dia ada kepentingan. Naya pun memutuskan untuk pulang menggunakan taksi.

Setiba di halaman rumahnya, Naya melihat mobil reza terparkir. Naya pun membuka pintu rumahnya. Naya kaget karena ternyata Reza datang bersama kedua orang tuanya. Mereka bermaksud untuk melamar Naya. Naya sama sekali tidak mengira bahwa sahabatnya itu berniat meminangnya. Reza tak pernah mengatakan apa pun sebelumnya.


Reza menghampiri Naya yang masih terbelalak kaget di depan pintu. Dia memberikan setangkai bunga mawar merah kepada Naya.
 “Ini adalah bunga terakhir di akhir tahun yang ku berikan untukmu dan aku berharap kau pun mau jadi yang terakhir dalam hidupku. Menemaniku seumur hidupku. Will you marry me?”

Naya terkejut dengan ucapan yang dikatakan Reza. Naya bingung harus memberikan jawaban seperti apa kepadanya. Sebab ada yang belum diketahui Reza mengenai dirinya. Naya melirik kedua orang tuanya.
“Mah .. Pah, sudah menjelaskan tentang aku sama Reza?”

Orang tuanya juga terlihat kebingungan dan cemas , “Belum, lebih baik kamu saja yang menjelaskan.”
“Soal apa? Kita sudah bersahabat dari kecil jadi mana mungkin ada hal yang tidak aku ketahui.” Ucapnya dengan was-was.

Naya hanya tersenyum dan mempersilahkan Reza untuk duduk dulu.
“Tante, Om, Reza maaf sebelumnya saya tidak pernah memberitahukan hal ini sebelumnya kepada kalian terutama Reza.”

“Ada apa?” tanya Reza penuh kegelisahan.

“Za, aku akan menikah dengan seseorang dari negeri Jiran. Kami sudah lama menjalin hubungan.”

Reza sangat kaget mendengar berita yang keluar dari mulut Naya, dia sama sekali tidak percaya.
“Jangan bohong Nay, kamu tidak pernah bilang bahwa kamu sudah memiliki seorang kekasih. Kamu tidak pernah cerita kepadaku tentang pria dari negeri Jiran itu.”

Naya menjelaskan dengan linangan air mata karena merasa bersalah, “Aku memang tidak pernah menceritakannya kepadamu soal ini karena tadinya aku berniat ingin memberi kejutan kepadamu. Aku sama sekali tidak mengira bahwa kamu menyimpan rasa cinta terhadapku. Seandainya kamu lebih dulu darinya mungkin aku akan memilihmu.”

“Lalu, kenapa aku tidak pernah melihat pria itu disini?”

“Kami menjalin hubungan jarak jauh, dia memang jarang kesini. Tapi, orang tuanya yang tinggal di Indonesia sering berkunjung kesini. Bulan lalu orang tuanya datang ke rumah untuk melamarku dan aku telah menerima lamarannya. Minggu depan Reyhan akan tiba di Indonesia, tadinya aku akan memperkenalkan dia kepadamu.”

“Jadi, nama pria itu Reyhan?”

“Iya, dia adalah berdarah Indonesia tapi, dia melanjutkan studinya di Malaysia dan sekarang dia bekerja disana. Aku dikenalkan oleh sepupuku saat sepupuku berkunjung ke rumah bersamanya. Kami menjalin hubungan sejak aku lulus kuliah. Maaf, aku tidak pernah menceritakan hal ini kepadamu. Aku sering menceritakan kebaikanmu pada Reyhan. Dia bilang sampaikan rasa terima kasih padanya karena kamu selalu menjagaku saat Reyhan berada jauh dariku.”

Hati Reza terasa teriris. Baru pertama kali dia jatuh cinta dan baru kali ini pula dia merasakan pahitnya cinta. Reza tak kuasa menahan air matanya yang sudah terbendung. Reza pun keluar tanpa pamit.
***
Tujuh bulan berlalu, semenjak kejadian itu Reza tidak menghubungi Naya lagi. Naya sering mencoba menghubunginya, tapi Reza sama sekali tidak meresponnya. Dia masih kecewa dan sakit hati. Setiap Naya berkunjung ke rumahnya, Reza selalu berpura-pura acuh tak melihatnya. Jujur hati Naya merasa bersalah karena telah menyakitinya. Naya sangat kehilangan sosok Reza. Sudah lama Naya tidak mendengar cerita-cerita konyolnya.

Reza berusaha untuk mengikhlaskan Naya. Mungkin Naya bukan yang terbaik untuknya dan dia yakin bahwa Allah sudah mempersiapkan wanita terbaik untuk dirinya. Hanya saja belum dipertemukan.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan Reza pun mulai bisa melupakan dan merelakan Naya. Kini dia lebih fokus terhadap pekerjaannya.

Suatu hari Naya datang ke rumah Reza mengantarkan undangan. Kebetulan saat itu Reza lah yang membukakan pintu. Naya meminta maaf kepada Reza atas penolakan pinangannya itu. Reza pun memaafkan Naya. Tak seharusnya dia bersikap acuh kepada sahabat kecilnya itu. Naya tak salah, hanya saja Reza terlalu banyak berharap yang membuat hatinya kecewa. Seharusnya dia sadar bahwa selama ini Naya hanya menganggapnya sebagai seorang sahabat. Naya meminta Reza untuk datang ke acara pernikahannya. Reza berjanji dia akan datang ke hari pernikahan sahabatnya itu.
***
Tak terasa hari yang ditunggu Naya dan Reyhan tiba. Naya tampak anggun dengan kebaya putih berbalut kain batik yang elegant. Aura kegembiraannya terpancar dari raut mukanya. Perasaan bahagia bercampur aduk dengan rasa gugupnya.

Dengan lapang dada, Reza datang ke hari pernikahannya. Reza menyaksikan Reyhan mengucapkan ijab kabul. Reza melihat senyum indah saat Naya mencium tangan suaminya.  . Kini sahabat yang pernah ia dambakan sudah menjadi milik orang lain. Reza tersenyum kepada  wanita yang berada disampingnya. Wanita cantik bergaun batik bercorak biru itu pun membalas senyumnya.

Reza menghampiri Reyhan dan Naya, dia memberi ucapan selamat kepada mereka. Naya  menjelaskan kepada Reyhan, bahwa inilah sahabatnya yang selalu menjaga dirinya. Reyhan mengucapkan terima kasih kepada Reza.
“Terima kasih kau telah menjaga bidadariku. Naya banyak cerita tentang persahabatan kalian yang sudah terjalin sejak kecil.“

Reza hanya berkata “Seumpama rumput yang menarikan alam, manusia pun menjaganya. Seumpama hati yang saling berbagi, persahabatan pun semakin terjaga. Jadi, sudah seharusnya kita saling menjaga.”

“Wanita ini siapa?” tanya Naya.

Reza hampir lupa memperkenalkan wanita yang sejak tadi tak jauh dari dirinya.
“Kenalkan ini Rasti calon istriku.”
Rasti mengulurkan tangannya dan memberikan selamat kepada mereka. Naya pun berkata “Ku tunggu undangannya.”

- The End -


Notes : 
Cerita ini terinspirasi dari iklan sejuta Mawar untuk Marwan dan lagu Bunga Terakhir :D.

6 comments:

  1. wuih keren . . . . kunjungan malem. . .

    ReplyDelete
  2. Yaayy.... endingnya nggak terduga three, tapi syukur juga Reza udah nemuin dambaan hatinya yang baru, nggak terus larut sama perasaannya :)

    ReplyDelete
  3. Wah emang susah ya kalo sahabatan sama lawan jenis.. Kalo udah pada nikah jadi susah..

    BTW blognya kok rada susah dibukanya ya.. apa inetku aja yg lelet

    ReplyDelete
  4. kasihan reza tapi untung dia bisa berhati besar ^____^
    keren cerita bunga terakhirnya :D

    ReplyDelete
  5. Kirain bakalan bosen ngebaca postingan ini, ternyata eh ternyata saya baca sampe habissss + wahhhh ceritanya kerenn

    ReplyDelete
  6. nah bener inspirasi iklan nih. hehehe. si reza malah bawa2 ortu aja padahal belom bilang ke Naya, malu kan ortunya.. hehhe

    ReplyDelete

Makasih sudah baca postingan saya,
Jangan lupa tinggalkan komentarnya yah :)